Loading...

Kamis, 15 September 2011

Micro-Merchandising

Micro-Merchandising
Home
Micro-Marketing | Pilar Operasional | Micro-Merchandising
Perencanaan Total Micro-Merchandising
S. Muharam
SMfr@nchise


Merchandising merupakan salah satu bidang yang berperan dalam menentukan keunggulan bersaing dari retailer. Terdapat berbagai pengertian dari merchandising, namun definisi berikut ini diharapkan dapat mewakili berbagai definisi dari merchandising tersebut.

Merchandising berasal dari kata merchandise. Merchandise artinya barang yang diperdagangkan. Dengan demikian Merchandising dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu pengelolaan merchandise sehingga dalam distribusi merchandise tersebut tercapai 7T, yaitu :

1. Produk yang Tepat
2. Waktu yang Tepat
3. Tempat yang Tepat
4. Harga yang Tepat
5. Kuantitas yang Tepat
6. Kualitas yang Tepat
7. Dijual dengan cara yang Tepat

SMfr@nchise mengembangkan pendekatan merchandising berdasarkan konsep micromarketing. Pendekatan ini kami namakan Total Micro-Merchandising.

Perencanaan Total Micro-Merchandising dapat dirangkum dalam empat tahap, yaitu :

Tahap pertama dalam Perencanaan Total Micro-Merchandising adalah Assortment Planning untuk perusahaan secara nasional (keseluruhan). Assortment Planning didefinisikan sebagai proses perencanaan bauran produk (assortment) dengan mempertimbangkan karakteristik dan atribut produk seperti merek, bahan baku, model, rasa, warna, ukuran, pabrikan (pengarang-produsen-vendor), harga, feature dan sebagainya, sehingga bauran produk yang tersedia di toko sesuai kebutuhan dan keinginan customer.

Tahap ke-dua adalah Store Clustering. Store Clustering adalah proses pengelompokan toko kedalam kelompok toko yang memiliki karakteristik sejenis misalnya dalam hal volume penjualan, luas toko, tipe toko, lokasi toko, tipe customer, tingkat kompetisi, bauran traffic generator dsb. Store Clustering dibutuhkan karena tiap toko memiliki karakteristik trading area yang unik. Misalnya karakter trading area di Pluit Mall akan berbeda dengan karakter trading area di Blok M Plaza. Seringkali, karakter area yang berbeda membutuhkan assortment dan pendekatan merchandising yang berbeda.

Langkah berikutnya setelah kondisi trading area toko dianalisa adalah tahap Store Assortment Planning (SAP). SAP adalah perencanaan dan penentuan bauran produk yang akan dijual oleh satu toko atau cluster toko tertentu dengan tujuan mengoptimalkan sales dan profit toko. Terdapat dua aktivitas penting dalam SAP, yaitu Trading Area Survey dan Category Sales & Profit Analysis.

Langkah terakhir adalah Komunikasi Retail dan Audio-Visual Merchandising. Retail Communication merupakan seni dn ilmu bagaimana retailer mengkomunikasikan manfaat dari konsep yang ditawarkannya kepada konsumen. Salah satu bidang studi yang khas dalam komunikasi retail adalah komunikasi di dalam toko yang dikenal dengan Audio-Visual Merchandising (AVM). Audio-Visual Merchandising adalah seni dan ilmu penataan merchandise di dalam toko sehingga display mampu berkomunikasi dengan pelanggan, merangsang transaksi penjualan, menciptakan kemudahan dalam berbelanja dan mendukung image toko. Konsep utama dalam visual merchandising adalah AIDAS.

Globalisasi ternyata kembali menyadarkan banyak retailer global akan pentingnya memahami karakter lokal. Jika memang demikian mengapa retailer harus terpaku pada standarisasi dan keseragaman, jika hal tersebut terbukti tidak dikehendaki pasar (baca : pasar lokal - di trading area masing-masing toko).




Enter supporting content here

PENGANTAR AKUNTANSI1

SASARAN PEMBELAJARAN

lMemaparkan jenis bisnis
lMemaparkan peran akuntansi dalam bisnis
lMemaparkan pentingnya etika bisnis dan prinsip dasar etika yang tepat
lMemaparkan profesi akuntansi
lMeringkas pengembangan prinsip akuntasi dan menghubungkannya dengan praktek
lMenyatakan persamaan akuntansi  dan mendefinisikan seiap elemen persamaan
lMemaparkan laporan keuangan perusahaan perseorangan dan menjelaskan hubungannya satu sama lain
lMenggunakan nisbah kewajiban dengan ekuitas untuk menganalisis kemampuan perusahaan bertahan dalam kondisi bisnis yang jelek
lJenis Badan Usaha
lPeran Akuntansi dalam Bisnis
lNot for profit Accounting
lSocial Accounting
lPublic Sector Accounting
 

lEtika Bisnis
lProfesi Akuntansi
lPrinsip Akuntansi Berterima Umum
lAktiva, Kewajiban, dan Ekuitas Pemilik
lTransaksi Bisnis dan Persamaan Akuntansi
lLaporan Keuangan
lAnalis  dan Interprestasi Keuangan
Jenis Badan Usaha 
lManufacturing
lMerchandising
lService Business
Jenis Organisasi Bisnis
lPerseorangan
lPersekutuan
lPerseroan Terbatas
lKoperasi
lFirma
lCommanditaire Vennootschap  atau CV
Macam-Macam Perusahaan
lPerusahaan Negara
Perusahaan Jawatan (PERJAN)
Perusahaan Umum (PERUM)
Perusahaan Perseroan (PERSERO)
lPerusahaan Swasta
lPerusahaan Nasional
l
lPerusahaan Asing
Perusahaan Patungan
Perusahaan Murni Asing
Macam-Macam Perseroan
lPT Biasa
lPT PMDN
lPT PMA
lPT PERSERO
Business Stakeholders
lOwners
lEmployee
lCustomers
lCreditors
lGovernments
Community 
vPeran Akuntansi dalam Bisnis
lMenyediakan informasi bagi manager
lMemberikan informasi kepada stakeholders
lStakeholders menggunakan informasi untuk pengambilan keputusan
Etika Bisnis 
 
lRight or wrong in a given situation
lMoral principles
lEthical conduct is good business
Prinsip Etika Individu
 
lHindari hal kecil yang bertentangan dengan etika
lFokus pada reputasi jangka panjang
lPerilaku etis terkadang merugikan karir anda
lPrivate Accounting
PROFESI AKUNTANSI
Controller
Management Accountant
Internal Auditor
lPublic Accounting
Independent Auditor
Spesialisasi Bidang Akuntansi
lFinancial Accounting
lManagerial/Management Accounting
lCost Accounting
lEnvironmental Accounting
lTax Accounting
lAccounting Systems
lInternational  Accounting
 
lNot for profit Accounting
lSocial Accounting
lPublic Sector Accounting
 
 

PENGANTAR AKUNTANSI 1

PENGANTAR AKUNTANSI 1
(Hary W. A. Ramadhon , SE., MM.)


Kasus :
Pada 1 September 1997 ANGGRA mendirikan Perusahaan “MANDIRI ABADI” yang bergerak dalam bidang jasa angkutan. Alat angkutan yang digunakan diperoleh dengan menyewa kepada perusahaan yang lain, demikian pula kantor dan garasi. Transaksi-transaksi berikut ini terjadi selama bulan September 1997.

1.                  Untuk memulai usahanya ANGGRA menyetor uang tunai sebesar Rp. 6.000.000
2.                  Perusahaan menarik pinjaman dari Bank BECEA sebesar Rp. 5.000.000
3.                  Perusahaan membeli bahan-bahan habis pakai (alat tulis, bensin, solar dan oli) dari “YORIMORI” secara kredit senilai Rp. 1.500.000.
4.                  Selama bulan September 1997, perusahaan mengeluarkan sejumlah uang tunai dengan rincian sebagai berikut :
a)                 Membayar biaya sewa alat angkut                                    Rp. 3.000.000
b)                 Membayar Biaya Sewa Kantor dan Garasi          Rp. 1.100.000
c)                 Membayar Biaya Gaji Karyawan                          Rp. 3.000.000
d)                 Membayar Biaya Macam-macam                          Rp.    900.000
e)                 Mengangsur Kredit Bank BECEA             Rp. 1.000.000
f)                  Membayar Biaya Bunga Bank                               Rp.       60.000
g)                 Membayar Hutang Kepada YORIMORI atas pembelian BHP (lihat transaksi Nomer 3)                                                      Rp.    500.000
5.                  Perusahaan memperoleh uang tunai dari penjualan jasa angkutan selama bulan September 1997 sebesar Rp. 9.000.000
6.                  ANGGRA mengambil uang tunai sebanyak Rp. 300.000 untuk membayar SPP anaknya yang belajar di FE GUNADARMA
7.                  Pada akhir bulan September 1997, Bahan Habis Pakai dihitung dan ternyata masih tersisa Rp. 900.000.

Diminta :
Anda sebagai seorang calon Akuntan diminta untuk sesegera mungkin menyediakan informasi yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
1.      Siapa sajakah pihak-pihak berkepentingan terhadap informasi yang anda buat ?
2.      Informasi apa sajakah yang dapat anda sajikan bagi para pengguna tersebut ?
3.      Langkah-langkah apakah yang harus anda lakukan dalam menyajikan informasi tersebut ? (Siklus Akuntansi)

4.      Paparkan Laporan Keuangan yang bisa anda hasilkan beserta langkah-langkahnya !



Jawaban :
1.                  Para pengguna informasi akuntansi dapat dikelompokkan dalam dua golongan besar yaitu :
a)                 Para pengguna yang berkepentingan langsung terhadap perusahaan : pemilik dan calon pemilik, kreditor dan calon kreditor, manajemen, karyawan dan calon karyawan dan pemerintah.
b)                 Para pengguna yang berkepentingan tidak langsung terhadap perusahaan : Analis dan konsultan keuangan, asosiasi dagang dan federasi buruh.
2.                  Akuntansi menyajikan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan. Informasi yang disajikan oleh akuntansi adalah informasi yang dianggap akan berguna didalam pengambilan keputusan ekonomi. Bentuk dari informasi akuntansi adalah laporan keuangan, yang merupakan hasil akhir dari siklus akuntansi. Adapun Laporan keuangan yang dimaksud diantaranya adalah :
a)                 Neraca (Laporan posisi keuangan)
b)                 Laporan Laba rugi
c)                 Laporan Perubahan Modal
d)                 Laporan Aliran Kas
3.                  Langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk menyajikan informasi yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dapat disebut sebagai Siklus Akuntansi, yang meliputi tahap-tahap sebagai berikut :
a)                 Mendokumentasikan transaksi kedalam Bukti Transaksi
b)                 Mencatat Bukti transaksi kedalam Buku Harian (Jurnal)
c)                 Memposting Jurnal kedalam Buku Besar
d)                 Menentukan saldo buku besar kedalam Neraca Saldo
e)                 Menyesuaikan Buku besar melalui Jurnal Penyesuaian
f)                  Menuangkan penyesuaian kedalam Neraca Saldo setelah Penyesuaian
g)                 Menyusun Laporan Keuangan
h)                 Menutup Buku Besar
4.                  Adapun paparan dari Siklus Akuntansi, sehingga terciptanya suatu informasi akuntansi yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan adalah sebagai berikut :






I. Mendokumentasikan Transaksi ke dalam Bukti Transaksi :
II. Mencatat Bukti Transaksi kedalam Buku Harian (Jurnal) :

Jurnal adalah media untuk mencatat transaksi secara urut waktu. Jurnal dirancang sedemikian rupa sehingga menampung transaksi beserta keterangan-keterangan dan kondisi-kondisi yang menyertainya.

Secara sederhana, jurnal transaksi-transaksi diatas dapat dipaparkan sebagai berikut :
Sept 97

K a s
              Modal ANGGRA
Rp. 6.000.000

Rp. 6.000.000


(Untuk mencatat setoran modal ANGGRA Rp. 6.000.000)


Sept 97

K a s
              Hutang Bank
Rp. 5.000.000

Rp. 5.000.000


(Untuk mencatat pinjaman kepada Bank BECEA Rp. 5.000.000)


Sept 97

Bahan Habis Pakai
              Hutang Usaha
Rp. 1.500.000

Rp. 1.500.000


(Untuk mencatat pembelian Bahan Habis Pakai secara kredit kepada YORIMORI Rp. 1.500.000)


Sept 97

Biaya Sewa Alat Angkut
              K a s
Rp. 3.000.000

Rp. 3.000.000


(Untuk mencatat biaya sewa alat angkut Rp. 3.000.000)


Sept 97

Biaya Sewa Kantor & Garasi
              K a s
Rp. 1.100.000

Rp. 1.100.000


(Untuk mencatat biaya sewa kantor&garasi Rp. 1.100.000)


Sept 97

Biaya Gaji Karyawan
              K a s
Rp. 3.000.000

Rp. 3.000.000


(Untuk mencatat biaya gaji karyawan Rp. 3.000.000)


Sept 97

Biaya Macam-macam
              K a s
Rp.    900.000

Rp.    900.000


(Untuk mencatat biaya macam-macam Rp. 900.000)





Sept 97

Hutang Bank
              K a s
Rp. 1.000.000

Rp. 1.000.000


(Untuk mencatat angsuran kredit pada Bank BECEA Rp. 1.000.000)


Sept 97

Biaya Bunga Bank
              K a s
Rp.      60.000

Rp.     60.000


(Untuk mencatat biaya bunga bank Rp. 60.000)


Sept 97

Hutang Usaha
              K a s
Rp.    500.000

Rp.    500.000


(Untuk mencatat Angsuran Kredit Pada YORIMORI atas pembelian BHP Rp. 500.000)


Sept 97

K a s
              Penj. Jasa Angkutan
Rp. 9.000.000

Rp. 9.000.000


(Untuk mencatat Penjualan Jasa Angkutan Rp. 9.000.000)


Sept 97

Prive, ANGGRA
              K a s
Rp.    300.000

Rp.    300.000


(Untuk mencatat pengambilan pribadi ANGGRA Rp. 300.000)



III. Memposting Jurnal ke Buku Besar

Buku Besar (Ledger) merupakan buku yang berisi kumpulan rekening atau perkiraan (Accounts). Rekening-rekening tersebut digunakan untuk mencatat secara terpisah aktiva, utang, dan modal pemilik.

Secara sederhana, proses posting jurnal ke dalam buku besar dapat dilihat sebagai berikut :
                        K   a    s                                                          Modal, ANGGRA
9/97   6.000.000
9/97   5.000.000
9/97   9.000.000





Jml    20.000.000

9/97  3.000.000
9/97  1.100.000
9/97  3.000.000
9/97     900.000
9/97  1.000.000
9/97       60.000
9/97     500.000
9/97     300.000
Jml    9.860.000
So.   10.140.000








Jml            0
So.     6.000.000
9/97  6.000.000







Jml  6.000.000

            Bahan Habis Pakai                                                   Hutang Bank
9/97  1.500.000

Jml   1.500.000


Jml       0
So.   1.500.000
9/97  1.000.000

Jml    1.000.000
So.     4.000.000
9/97  5.000.000

Jml    5.000.000

            Bi. Sewa Alat Angkut                                              Hutang Usaha
9/97  3.000.000

Jml   3.000.000


Jml       0
So.   3.000.000
9/97    500.000

Jml      500.000
So.    1.000.000
9/97  1.500.000

Jml    1.500.000

            Biaya Sewa Kantor                                                  Biaya Gaji
9/97  1.100.000

Jml   1.100.000


Jml        0
So.   1.100.000
9/97  3.000.000

Jml   3.000.000


Jml       0
So.    3.000.000

            Biaya Macam-macam                                  Biaya Bunga Bank
9/97    900.000

Jml     900.000


Jml     0
So.    900.000
9/97        60.000

Jml         60.000


Jml      0
So.      60.000





            Penjualan Jasa Angkutan                                        Prive, ANGGRA


Jml      0
So.   9.000.000
9/97  9.000.000

Jml   9.000.000
9/97     300.000

Jml      300.000


Jml      0
So.     300.000



IV. Menentukan Saldo Buku Besar kedalam Neraca Saldo

Neraca Saldo adalah daftar rekening-rekening beserta saldo-saldo yang menyertainya. Adapun saldo rekening diambil dari angka saldo terakhir yang ada di setiap rekening.

Secara umum paparan dari Neraca Saldo adalah sebagai berikut :




PT. MANDIRI ABADI
NERACA SALDO
PER 30 September 1997
Keterangan
Debet
Kredit
Kas
Rp. 10.140.000

Bahan Habis Pakai
Rp.   1.500.000

Hutang Usaha

Rp.   1.000.000
Hutang Bank

Rp.   4.000.000
Modal, ANGGRA

Rp.   6.000.000
Prive, ANGGRA
Rp.      300.000

Penjualan Jasa Angkutan

Rp.   9.000.000
Biaya Sewa Alat Angkutan
Rp.   3.000.000

Biaya Sewa Kantor
Rp.   1.100.000

Biaya Gaji
Rp.   3.000.000

Biaya Macam-Macam
Rp.      900.000

Biaya Bunga Bank
Rp.        60.000




Jumlah
Rp. 20.000.000
Rp.  20.000.000



V. Menyesuaikan Buku besar melalui Jurnal Penyesuaian

Proses penyesuaian merupakan prosedur untuk menyesuaikan rekening-rekening pada akhir periode yang belum menyajikan informasi yang terbaru. Pada dasarnya ada dua ragam penyesuaian, yaitu (1) penyesuaian yang berkaitan dengan transaksi-transaksi yang sudah terjadi tetapi belum dicatat, dan (2) penyesuaian yang berkaitan dengan transaksi-transaksi yang sudah dicatat rekening, tetapi saldo rekeningnya masih harus diperbaiki untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

Pada contoh kasus diatas, penyesuaian yang perlu dilakukan adalah Bahan Habis Pakai per 30 September 1997 adalah Rp. 900.000. Berarti Biaya Bahan Habis Pakai yang harus diakui adalah Rp. 600.000 (Rp. 1.500.000-Rp. 900.000). Sehingga jurnal penyesuaian yang harus dibuat adalah :

30/9/97

Biaya Bahan Habis Pakai
              Bahan Habis Pakai
Rp.    600.000

Rp.    600.000


(Untuk mencatat penyesuaian terhadap Bahan Habis Pakai)





VI. Menuangkan penyesuaian kedalam Neraca Saldo setelah Penyesuaian

PT. MANDIRI ABADI
NERACA SALDO STL PENYESUAIAN
PER 30 September 1997
Keterangan
Debet
Kredit
Kas
Rp. 10.140.000

Bahan Habis Pakai
Rp.      900.000

Hutang Usaha

Rp.   1.000.000
Hutang Bank

Rp.   4.000.000
Modal, ANGGRA

Rp.   6.000.000
Prive, ANGGRA
Rp.      300.000

Penjualan Jasa Angkutan

Rp.   9.000.000
Biaya Sewa Alat Angkutan
Rp.   3.000.000

Biaya Sewa Kantor
Rp.   1.100.000

Biaya Gaji
Rp.   3.000.000

Biaya Macam-Macam
Rp.      900.000

Biaya Bunga Bank
Rp.        60.000

Biaya Bahan Habis Pakai
Rp.      600.000

Jumlah
Rp. 20.000.000
Rp.  20.000.000

VII. Menyusun Laporan Keuangan
(lihat catatan anda terdahulu)

VIII.Menutup Buku Besar
akan kita bahas minggu depan.